BIREUEN — Sebanyak 57 mahasiswa STMIK Indonesia Banda Aceh menggelar kegiatan pengabdian langsung di tengah masyarakat Gampong Juli Meunasah Teungoh, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, selama lebih dari dua bulan. Kegiatan yang berlangsung sejak akhir Januari hingga awal April 2026 ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak — program nasional yang digagas Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi — sebagai respons atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025.
Kegiatan pembukaan Program Mahasiswa Berdampak di Gampong Juli Meunasah Teungoh, dihadiri perangkat gampong, Satgas Bencana, Pageu Gampong, dan mahasiswa STMIK Indonesia Banda Aceh. Tampak Keuchik Sulaiman BP bersama ketua pelaksana Taufiq Iqbal, S.Kom., M.M. dan tim mahasiswa.
Gampong Juli Meunasah Teungoh merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir pada November 2025. Sebanyak 82 kepala keluarga terdampak langsung dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter dari permukaan jalan. Pascabanjir, gampong ini membutuhkan penguatan kapasitas warga dalam menghadapi ancaman serupa yang sewaktu-waktu bisa kembali datang.
Melalui program ini, STMIK Indonesia Banda Aceh menyasar dua kelompok masyarakat sebagai mitra utama, yakni Satgas Bencana Gampong di Dusun Blang Timu dan Pageu Gampong di Dusun Kayee Adang. Mahasiswa hadir secara bertahap — diawali dengan kunjungan koordinasi bersama perangkat gampong, dilanjutkan dengan kegiatan pemasangan lampu jalan bertenaga surya di titik-titik yang belum terjangkau penerangan, pemasangan sistem peringatan dini banjir, sosialisasi kepada warga, pelatihan kesiapsiagaan, hingga gotong royong sosial bersama seluruh elemen masyarakat.
Keuchik Gampong Juli Meunasah Teungoh, Sulaiman BP, menyambut baik kehadiran dan dedikasi para mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
"Mahasiswa ini tidak hanya datang bawa alat. Mereka tinggal bersama kami, ikut gotong royong, ikut kegiatan warga. Itu yang membuat kegiatan ini terasa berbeda," ujar Sulaiman BP.
Penerangan jalan menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Meski sebagian ruas jalan gampong sudah memiliki lampu, pemerataan masih menjadi persoalan — terutama di jalur evakuasi, gang permukiman, dan area menuju titik kumpul warga yang selama ini masih gelap. Lampu bertenaga surya yang dipasang diharapkan tidak hanya menambah titik terang, tetapi membuka akses nyata ke area-area tersebut, baik dalam keadaan darurat maupun keseharian warga.
Mahasiswa dan warga Gampong Juli Meunasah Teungoh bekerja bersama dalam pemasangan lampu jalan bertenaga surya di jalur evakuasi Dusun Blang Timu dalam rangka Program Mahasiswa Berdampak, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.
Di sisi lain, sistem peringatan dini banjir yang dipasang di titik-titik rawan kini memberi Satgas Bencana dan Pageu Gampong kemampuan untuk mendeteksi kenaikan air lebih awal. Latihan kesiapsiagaan digelar secara bertahap, melibatkan anggota Satgas, Pageu, dan warga secara bersama-sama.
Tim mahasiswa STMIK Indonesia Banda Aceh menggelar sosialisasi kepada warga dan anggota Satgas Bencana Gampong mengenai pengoperasian dan perawatan lampu serta sistem peringatan dini banjir.
Fathurrahmad, S.Kom., M.M., dosen anggota tim pelaksana yang menangani sisi teknis lapangan, menyebut keterlibatan aktif warga sebagai kunci keberhasilan kegiatan ini.
"Warga di sini luar biasa. Mereka tidak menunggu, mereka ikut kerja. Gotong royong bukan hanya jargon di sini — itu benar-benar terjadi di lapangan setiap hari," ujarnya.
Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Taufiq Iqbal, S.Kom., M.M. selaku ketua pelaksana dari STMIK Indonesia Banda Aceh. Seluruh perangkat yang dipasang diserahkan kepada Pemerintah Gampong untuk dikelola bersama Satgas Bencana dan Pageu Gampong secara mandiri dan berkelanjutan. Pendanaan kegiatan bersumber dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026.
Ketua pelaksana Program Mahasiswa Berdampak Taufiq Iqbal, S.Kom., M.M. menyerahkan aset hasil kegiatan kepada Keuchik Gampong Juli Meunasah Teungoh Sulaiman BP, disaksikan anggota Satgas Bencana dan Pageu Gampong.
0Komentar