Idealita News, Jakarta - Nama Sufmi Dasco Ahmad, petinggi DPP Partai Gerindra, sempat mencuat dalam isu dugaan pembekingan aktivitas tambang PT Tonia Mitra Sejahtera (TMS) di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Isu tersebut disampaikan Aliansi Suara Rakyat (ASR) Sultra saat menggelar aksi demonstrasi di DPRD Sultra, Selasa (2/9/2025).
Dalam aksi itu, Koordinator ASR Sultra, La Ode Hidayat, menyebut PT TMS diduga kembali melakukan aktivitas penambangan di Pulau Kabaena setelah sebelumnya sempat beroperasi di kawasan hutan. Ia menyoroti dugaan ketidakpatuhan perusahaan yang dinilai memanfaatkan situasi nasional yang tengah bergejolak untuk kembali melakukan penambangan.
La Ode Hidayat mengungkapkan adanya informasi mengenai aktivitas pengapalan hasil tambang PT TMS. Ia menegaskan pernyataannya bukan dalam rangka menuduh, melainkan menyampaikan informasi yang diterima pihaknya di lapangan.
Menurutnya, informasi tersebut berkaitan dengan kuota produksi PT TMS pada tahun 2025 yang disebut mencapai 2.150.000 metrik ton. Dalam konteks itu, ia juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan elit politik, termasuk menyebut nama Sufmi Dasco Ahmad, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPR RI.
ASR Sultra pun menyatakan akan mengawal persoalan tersebut dengan menyurati langsung DPP Partai Gerindra. La Ode Hidayat menegaskan bahwa persoalan tambang di Sultra menyangkut hajat hidup masyarakat, khususnya warga Pulau Kabaena, sehingga harus mendapat perhatian serius.
Namun demikian, beberapa hari setelah aksi tersebut, La Ode Hidayat memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang beredar di sejumlah media massa. Ia menilai pemberitaan yang menyebut Sufmi Dasco Ahmad berada di balik aktivitas PT TMS merupakan kesalahpahaman yang diperbesar.
Dalam rilis yang diterima media pada Minggu (14/9/2025), ia menegaskan bahwa pernyataannya dalam forum RDP di DPRD Sultra lebih dimaksudkan sebagai ulasan panjang mengenai dinamika nasional dan daerah, khususnya terkait maraknya praktik tambang ilegal.
Ia menjelaskan bahwa penyebutan nama Sufmi Dasco Ahmad bukanlah tudingan langsung, melainkan bentuk koreksi umum terhadap representasi pemerintah agar lebih memiliki empati terhadap kondisi masyarakat.
La Ode Hidayat meminta agar pernyataannya tidak dipelintir atau ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menilai penyebutan nama Dasco dalam pemberitaan telah dilebih-lebihkan dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Sufmi Dasco Ahmad tidak mungkin terlibat dalam praktik pembekingan tambang ilegal. Menurutnya, Dasco dikenal sebagai figur yang konsisten menjaga jalannya pemerintahan sesuai dengan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto.
Menutup klarifikasinya, aktivis yang juga merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut meminta semua pihak, termasuk insan pers, untuk tidak memperbesar pernyataan yang disampaikannya sehingga tidak menimbulkan kegaduhan baru di ruang publik.

0Komentar